: Dawkins berargumen bahwa desain cerdas dapat dijelaskan melalui seleksi alam, bukan pencipta supranatural.

Kata-kata itu membuat Ardi menangis untuk pertama kalinya sejak pemakaman. Tangisnya bukan hanya rindu, tetapi juga lega—leganya karena ia mengetahui bahwa kebingungan dan cinta bukan musuh. Mereka hanya dua sisi yang sama: manusia yang mencoba memberi makna.

Tentu saja, buku ini juga mencakup banyak referensi dan catatan kaki yang mendukung argumentasi Dawkins.

Ia berargumen bahwa moralitas tidak memerlukan agama. Menurutnya, perilaku etis memiliki dasar dalam biologi evolusi dan empati manusia, bukan perintah ilahi.

Tentu! Berikut adalah draf postingan blog mengenai buku The God Delusion